ABOUT ME...

Foto Saya
Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia
Assalamualaikum Wr. Wb… Salam sejahtera untuk kita semua… SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, ainurrofikcs.blogspot.com Anda juga bisa berinteraksi dengan saya di : Facebook : facebook.com/rofikcapricorn Twitter : twitter.com/AinurRofik_93 Koprol : koprol.com/ E-mail : a_rofikcs@yahoo.co.id ainurrofikcs@gmail.com a_rofikshinaga@hotmail.com TERIMA KASIH


PERSONAL KANTOR
  1. Pengertian Personal Kantor
Personal kantor merupakan unsur manajemen kantor yang sangat penting diperhatikan karena tanpa adaanya personal dalam kantor maka unsur yang lainnya tidak akan berarti apa-apa dan sekaligus kantor tidak ada kegiatan.
Personal atau pegawai kantor diantaranya :
  1. Pegawai negeri adalah pegawai yang bekerja di instansi pemerintah dan digaji oleh pemerintah
  2. Pegawai swasta adalah pegawai yang bekerja di luar instansi pemerintah atau perusahaan swasta dan digaji oleh perusahaan atau kantor yang bersangkutan.
  3. Pegawai tetap adalah pegawai yang sudah memiliki status, gaji, dan tunjangan tetap baik di instansi pemerintah atau swasta.
  4. Pegawai honorer adalah pegawai yang belum memiliki status, gaji, dan tunjangan tetap baik di instansi pemerintah atau swasta.
Jadi dapat disimpulkan bahwa personal atau pegawai kantor adalah keseluruhan orang yang bekerja pada suatu kantor tertentu atau orang yang melakukan pekerjaan dengan mendapatkan imbalan jasa berupa gaji atau tunjangan baik di instansi pemerintah atau swasta.
  1. Personal Kantor Dilihat Dari Berbagai Sudut
  1. Personal kantor sebagai tenaga substansi dalam instansi
Personal kantor sebagai tenaga substansi adalah keseluruhan orang yang bekerja dalam suatu organisasi dan menduduki suatu jabatan dalam pekerjaannya sesuai dengan struktur jabatan yang ada dalam instansi yang bersangkutan.
Ada 2 macam jabatan, yaitu :
  • Jabatan struktural yaitu jabatan yang secara tegas ada dalam struktur organisasi.
  • Jabatan fungsional yaitu jabatan yang tidak jelas disebutkan atau digambarkan dalam struktur organisasi.
  1. Personal kantor sebagai tenaga administrasi
Personal kantor sebagai tenaga administrasi adalah keseluruhan orang yang bekerja pada suatu instansi yang bertugas sebagai tenaga teknisi atau pelaksana kegiatan administrasi.

  1. Macam-macam Personal Kantor
    1. Administrator (kepala administrasi) adalah orang-orang yang menentukan tujuan dan kebijaksanaan, memberikan garis besar yang akan digunakan sebagai pedoman pokok dalam pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.
    2. Manager (pimpinan pelaksana kerja) adalah orang-orang yang memimpin penyelenggaraan kerja, menggerakkan orang lain, mendayagunakan uang, mesin, alat-alat dan sarana lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
    3. Staff (pembantu ahli) adalah mereka yang karena keahlian, kecakapan, dan kemampuannya dalam bidang-bidang tertentu bertugas membantu administrator dan manajer dalam kegiatannya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
    4. Worker (pegawai atau pekerja) adalah mereka yang secara langsung digerakkan oleh manajer untuk bertindak sebagai pelaksana yang akan menyelenggarakan pekerjaan sehingga menghasilkan karya-karya yang diharapkan dalam usaha pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
  2. Personal Kantor Berdasarkan Fungsinya
    1. Personal kantor sebagai tenaga manajerial, yaitu pegawai kantor yang mempunyai jabatan dan tugas sebagai pemimpin (manager), baik sebagai top manager, middle manager, atau lower manager yang mempunyai tugas menentukan tujuan dan kebijaksanaan dan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kantor.
    2. Personal kantor sebagai tenaga operasional, yaitu pegawai kantor yang mempunyai tugas sebagai pelaksana dan teknisi suatu pekerjaan kantor yang mempunyai tugas sebagai pemimpin pelaksanaan pekerjaan, menjalankan, serta mengerjakan segala macam pekerjaan kantor sebagai pencapaian tujuan organisasi.
    3. Office personil, yaitu personal kantor yang menjadi pelaku di dalam operasi ketatausahaan.
    4. Personal bukan tenaga ketatausahaan, yaitu personal kantor yang pekerjaannya di luar kegiatan administrasi.
  3. Pengorganisasian Personal Kantor
    1. Struktur organisasi adalah suatu susunan skematis yang menunjukkan fungsi, departemen, atau posisi dalam organisasi dan bagaimana mereka saling berhubungan. Bagan atau struktur organisasi menunjukkan tentang pembagian pekerjaan, pimpinan dan bawahan, tipe pekerjaan yang dilaksanakan, pengelompokan pekerjaan yamg harus dilaksanakan, dan tingkatan dalam manajemen.
    2. Pedoman pokok organisasi antara lain :
      • Asas koordinasi yaitu adanya saling hubungan antartugas atau antarbagian dalam rangka mencapai tujuan bersama.
      • Asas hierarki yaitu untuk mencapai tujuan bersama yang cukup luas perlu diadakan pembagian tugas yang lebih terperinci.
      • Asas batas pengendalian yaitu untuk menghindari jangan sampai terjadi banyaknya bawahan yang berada di luar batas pengendalian atasan.
      • Asas kesatuan komando yaitu hanya ada seorang atasan yang membawahi beberapa orang bawahan.
    3. Bentuk-bentuk struktur organisasi antara lain :
        • Organisasi lini
Organisasi lini mempunyai tugas dan wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan. Bentuk organisasi ini lebih tepat digunakan dalam perusahaan kecil yang jumlah pegawainya sedikit dan spesialisasinya belum terlalu tinggi.
Keuntungan dari organisasi lini adalah :
    1. Kesatuan pimpinan terjamin karena ada dalam satu komando.
    2. Koordinasi relatif mudah dilaksanakan.
    3. Proses atau prosedur pengambilan keputusan dan instruksi akan berjalan cepat.
    4. Pengendalian relatif mudah dilaksanakan.
    5. Rasa solidaritas pegawai pada umumnya tinggi.
Kelemahan dari organisasi lini adalah :
  1. Tujuan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi.
  2. Pimpinan seringkali menjadi otoriter.
  3. Organisasi perusahaan terlalu bergantung pada pimpinan.
  4. Kesempatan pegawai untuk berkembang terbatas sebab kewenangan untuk merencanakan, mengomando, dan melaksanakan pengendalian sepenuhnya ada pada pimpinan.
        • Organisasi lini dan staf
Dalam bentuk organisasi lini dan staf, pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sifatnya langsung dari jabatan tertinggi kepada terendah. Namun untuk kelancaran tugasnya, pimpinan dibantu oleh staf. Tugas dari staf tersebut antara lain membantu pimpinan dengan cara memberikan saran-saran dan pelayanan lain sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dan kebijaksanaan. Bentuk organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan besar yang mempunyai banyak pegawai, daerah kerja luas, dan banyak pekerjaannya.
Keuntungan dari organisasi lini dan staf adalah :
    1. Asas kesatuan pimpinan ada.
    2. Terdapat pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staf, dan pelaksana.
    3. Penempatan orang yang sesuai kemampuan mudah untuk dilaksanakan.
    4. Pengambilan keputusan relatif mudah dilakukan karena mendapat bantuan pemikiran dan saran dari staf.
    5. Bakat pegawai yang berbeda-beda dapat dikembangkan karena mereka berkerja sesuai dengan keahlian dan keterampilannya.
Kelemahan dari organisasi lini dan staf adalah :
  1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasehat.
  2. Terkadang terjadi kompetisi yang kurang sehat karena tiap unit menganggap tugasnya sendiri lebih penting dari yang lain.
        • Organisasi fungsional
Dalam bentuk struktur organisasi fungsional, masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang lebih besar. Oleh karena itu terdapat pembagian kerja yang didasarkan pada spesialisasi maka para pejabat hanya mengerjakan suatu tugas tertentu. Dengan demikian para para pelaksana akan melaksanakan tugas yang diperintahkan dari beberapa atasan (manajer) yang menguasai bidang keahlian masing-masing. Tipe organisasi fungsional cocok digunakan oleh perusahaan besar yang mempunyai jenis pekerjaan beragam tetapi menuntut adanya spesialisasi yang terdapat pembidangan tugas yang tegas dan jelas, pengembangan spesialisasi kerja, bawahan menerima tugas dari beberapa atasan, dan koordinasi menyeluruh dilakukan pada tingkat atas.
Keuntungan dari organisasi fungsional adalah :
  1. Keuntungan dari spesialisasi diperoleh secara optimum.
  2. Para pegawai akan lebih terampil di bidangnya.
  3. Efisiensi dan produktivitas kerja relatif mudah ditingkatkan.
  4. Disiplin dan solidaritas pegawai yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
Kelemahan dari organisasi fungsional adalah :
  1. Pemborosan biaya yang sangat besar.
  2. Inisiatif perorangan tertekan.
  3. Koordinasi sulit dijalankan sebab para pegawai harus mempertanggung jawabkan kepada lebih dari 1 atasan.
        • Organisasi lini, staf, dan fungsional
Organisasi lini, staf, dan fungsional adalah tipe organisasi yang menggabungkan atau mengkombinasikan ketiga bentuk organisasi. Bentuk organisasi ini biasa digunakan oleh perusahaan besar yang mempunyai pekerjaan banyak dan kompleks.
  1. Syarat-syarat Personal Kantor
    1. Syarat pengetahuan
    2. Syarat keterampilan
    3. Syarat kepribadian diantaranya :
    • Loyalitas (setia terhadap organisasi)
    • Ketekunan dan kerajinan
    • Kesabaran
    • Kerapihan
  1. Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab Personal Kantor
    1. Top Manager, tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
  • Menentukan seluruh perencanaan, menerangkan tujuan yang akan dicapai, dan memberikan gambaran tentang kebutuhan dari kantor.
  • Menempatkan orang yang cakap dalam kedudukan tertentu dengan memberikan upah yang layak sesuai dengan hasil kerja yang dicapai.
  • Melaksanakan pengawasan, menyerahkan tanggung jawab, dan kekuasaan kepada bawahan.
  • Memelihara dan mengembangkan organisasi secara tepat.
  • Memelihara dan mengembangkan sistem manajemen yang tepat.
  • Menguasai dan menghayati tugas pokok dari badan usaha (organisasi).
    1. Middle Manager, tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
  • Menerjemahkan tujuan dari kebijaksanaan menjadi rencana kerja serta mengamati apa rencana tersebut telah dilaksanakan.
  • Melakukan pembagian tugas kepada tingkat atau jabatan yang paling bawah.
  • Menentukan prosedur khusus bagi tiap-tiap tugas.
  • Menentukan batas waktu bagi pelaksanaan pekerjaan.
  • Menentukan alat-alat pengawasan yang sesuai.
    1. Lower Manager, tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
  • Memimpin pelaksanaan kerja.
  • Bertanggung jawab langsung dalam hasil dan mutu pekerjaan.
  • Menjaga akan kualitas dari produk pekerjaan yang dihasilkan.
  1. Pengadaan Personal Kantor
    1. Langkah-langkah pengadaan personal kantor antara lain :
  • Menetapkan perencanaan kebijakan kepegawaian sehingga menghasilkan penggolongan pekerjaan, analisis pekerjaan, gambaran pekerjaan, dan perincian pekerjaan.
  • Menentukan penarikan pegawai dari sumber-sumber tenaga kerja, baik intern maupun ekstern.
  • Membuat pengumuman lowongan kerja beserta persyaratan yang harus dipenuhi melalui berbagai media cetak dan elektronik.
  • Penerimaan surat lamaran dari calon tenaga kerja.
  • Mengadakan seleksi atau penyaringan administratif dari surat lamaran yang masuk.
  • Menentukan diterima tidaknya lamaran kerja (yang memenuhi persyaratan).
  • Menyiapkan segala perangkat seleksi.
  • Melakukan pemanggilan bagi calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti tes atau ujian.
  • Mengadakan seleksi pegawai berupa tes lisan, tertulis, intelegensi, psikotes, dan kesehatan jasmani.
  • Memeriksa hasil tes dan sekaligus menentukan ranking serta jumlah calon yang lulus.
  • Memanggil calon pegawai yang lulus untuk mengikuti masa percobaan (orientasi).
  • Mengangkat pegawai dengan Surat Keputusan dalam status masa percobaan.
  • Calon pegawai mengikuti orientasi masa percobaan.
  • Melakukan penilaian selama calon mengikuti orientasi.
  • Menentukan lulus tidaknya masa orientasi.
  • Membuat Surat Keputusan pengangkatan pegawai berstatus pegawai tetap.
  • Menempatkan pegawai pada jenjang jabatan tertentu dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
  • Melakukan pembinaan dan pemeliharaan terhadap pegawai agar para pegawai berkembang dan betah bekerja.
    1. Sumber-sumber dalam pengadaan personal kantor
  1. Sumber internal yaitu penarikan tenaga kerja yang akan mengisi lowongan atau memangku jabatan kosong tersebut diambil dari dalam perusahaan.
Keuntungan penarikan pegawai intern adalah :
    1. Mempertinggi semangat kerja pegawai terutama bagi mereka yang mengharapkan promosi.
    2. Loyalitas yang tinggi dari pegawai terhadap perusahaan.
    3. Praktis dan ekonomis.
    4. Terjadinya persaingan yang sehat apabila dilaksanakan secara adil dan objektif.
    5. Seleksi mudah dilaksanakan.
Kelemahan penarikan pegawai intern adalah :
  1. Bilamana promosi objektif, akan timbul rasa tidak puas dari para pegawai.
  2. Adanya promosi yang dipaksakan.
  3. Dapat menghambat ide.
  1. Sumber eksternal yaitu penarikan tenaga kerja yang sumbernya diambil dari luar perusahaan.
Sumber-sumber di luar perusahaan meliputi :
    1. Penarikan melalui teman-teman pegawai.
    2. Penarikan melalui badan-badan penempatan tenaga kerja.
    3. Penarikan melalui lembaga pendidikan.
    4. Penarikan melalui iklan.
    5. Melalui sumber-sumber lain.
Keuntungan penarikan dari luar perusahaan adalah :
  1. Timbulnya ide-ide baru.
  2. Tersedia banyak jumlah pelamar.
  3. Didapatkan pegawai yang berbobot dan memenuhi persyaratan.
  4. Memberikan kesempatan kepada masyarakat umum.
Kelemahan penarikan dari luar perusahaan adalah :
  1. Kurang praktis dan ekonomis.
  2. Tidak setiap kebutuhan tersedia.
  3. Adanya kebiasaan yang kurang sesuai dengan perusahaan.
  4. Loyalitas yang kurang.
  5. Kemungkinan mereka belum berpengalaman.
    1. Analisis jabatan, deskripsi, dan uraian jabatan personal kantor
  1. Analisis jabatan dibedakan ke dalam 4 jenis, yaitu :
    1. Job analys for personal spesification, yaitu analisis jabatan untuk menentukan syarat pegawai yang bertujuan menentukan syarat fisik dan syarat yang bagaimana yang dibutuhkan dari seseorang untuk dapat sukses memangku jabatan.
    2. Job analys for training purpose, yaitu analisis jabatan untuk tujuan latihan yang bertujuan untuk menentukan langkah-langkah dalam mengajarkan sesuatu pekerjaan kepada seorang pegawai baru.
    3. Job analys for setting rates, yaitu analisis jabatan untuk menentukan nilai yang bertujuan untuk menentukan nilai-nilai masing-masing jabatan dalam mengajarkan sesuatu pekerjaan kepada seorang pegawai baru.
    4. Job analys for method improvements, yaitu analisis jabatan untuk menentukan metode yang bertujuan untuk dapat mempermudah cara pekerja pegawai pada suatu jabatan tertentu sehingga dapat menghilangkan gerakan pegawai yang tidak perlu.
Kegiatan analisis jabatan yang khusus membahas persyaratan suatu pekerjaan bertujuan untuk memperoleh informasi tentang :
  1. Jenis pekerjaan yang dikerjakan.
  2. Syarat pegawai yang mengerjakan suatu jenis pekerjaan.
  3. Tanggung jawab atas pelaksanaan suatu jenis pekerjaan.
  4. Perbaikan syarat fisik pekerjaan.
Manfaat dari analisa jabatan adalah :
    1. Membantu dalam rekuitmen (penarikan) seleksi dan penempatan para pegawai.
    2. Membantu dalam penempatan dasar penggajian.
    3. Membantu pegawai untuk mengenai tugasnya.
    4. Membantu dalam pengawasan dan evaluasi pegawai.
    5. Membantu dalam mengadakan program latihan.
    6. Menghasilkan uraian jabatan.
    7. Membantu dalam pemindahan dan promosi.
    8. Membantu dalam perbaikan syarat-syarat pekerjaan.
  1. Uraian jabatan atau pekerjaan (job description) berfungsi untuk menguraikan fungsi, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan kondisi kerja yang berkaitan dengan pekerjaan yang melekat pada jabatan tertentu.
  2. Perincian pekerjaan (job spesification) lebih menekankan pada syarat-syarat pegawai yang akan menduduki suatu jabatan atau pekerjaan atau karakteristik dari pekerja yang dibutuhkan untuk memangku suatu jabatan tertentu.
  1. Langkah-langkah Seleksi Personal Kantor
      1. Kualifikasi yang menjadi dasar seleksi adalah :
    1. Keahlian, dibagi menjadi :
  • Technical skill
  • Conceptual skill
  • Human skill
    1. Pengalaman
    2. Umur atau usia
    3. Jenis kelamin
    4. Keadaan fisik
    5. Tampang
    6. Bakat
    7. Tempramen
    8. Karakter
      1. Langkah-langkah dalam seleksi adalah :
  • Seleksi administratif
  • Mengadakan tes, tahapannya :
    1. Tes pengetahuan umum dan akademi atau keahlian
    2. Tes psychologis terdiri dari :
      • Achievement test, yaitu jenis tes yang bermaksud mengukur apa yang dapat dilakukan oleh seorang calon pegawai.
      • Aptitude test, yaitu jenis tes yang bermaksud mengukur kesanggupan atau bakat dari seorang calon pegawai.
      • Intelegence test, yaitu jenis tes yang bermaksud untuk mendapatkan aspek intelejensia (kesanggupan mental) calon pegawai.
      • Interest test, yaitu jenis tes yang bermaksud menentukan aktivitas yang mana yang paling menarik perhatian seorang calon pegawai.
      • Personality test, yaitu jenis tes yang bermaksud meneentukan sifat kepribadian seorang calon pegawai.
    3. Tes wawancara (interview)
    4. Tes kesehatan
    5. Pengumuman hasil seleksi
  1. Masa Orientasi Personal Kantor
Masa orientasi adalah masa dimana pegawai baru diberikan penjelasan mengenai perusahaan atau organisasi sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan sekaligus mengetahui apa dan bagaimana harus mengerjakan tugas yang dibebankannya.
Yang harus dijelaskan oleh pihak perusahaan antara lain :
    1. Sejarah perusahaan atau organisasi.
    2. Struktur organisasi perusahaan atau organisasi.
    3. Peraturan kerja dalam perusahaan.
    4. Barang-barang yang dihasilkan.
    5. Hak dan kewajiban pegawai.
    6. Peraturan gaji dan kesejahteraan pegawai.
    7. Peraturan promosi.
    8. Para atasan dan teman-teman sekerja.
  1. Penempatan Personal Kantor
Pegawai yang telah mengikuti masa percobaan, selanjutnya diangkat menjadi pegawai tetap dengan Surat Keputusan (SK) dan ditempatkan pada salah satu bagian atau unit kerja perusahaan atau organisasi sesuai dengan bidang keahliannya.
Umumnya Surat Keputusan (SK) berisikan empat hal yaitu :
  1. Pernyataan bahwa seorang pegawai telah memenuhi syarat.
  2. Penetapan seorang pegawai menduduki jabatan dengan pekerjaan tertentu.
  3. Penetapan besarnya gaji beserta jaminan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  4. Surat Keputusan ditetapkan, dikeluarkan, dan ditandatangani oleh pejabat yang berhak atau berwenang.
  1. Pengembangan Personal Kantor
            1. Pengertian, tujuan, dan cara pengembangan personal kantor
Pengembangan pegawai adalah usaha yang ditujukan untuk memajukan atau meningkatkan pegawai baik dari segi karier, pengetahuan, atau kemampuan guna pertumbuhan yang terus menerus di dalam organisasi atau perusahaan.
Pengembangan personal kantor bertujuan untuk :
    1. Meningkatkan produktivitas personal dan organisasi.
    2. Meningkatkan kualitas produk organisasi.
    3. Mempertahankan dan meningkatkan semangat personal serta menciptakan iklim kerja yang menyenangkan.
    4. Memelihara kesehatan mental dan fisik personal.
    5. Meningkatkan konfensasi secara tidak langsung.
    6. Menumbuhkan kemampuan personal secara individual dan sekaligus mencegah merosotnya kemampuan personal.
Cara pengembangan personal kantor yang sering dilaksanakan baik kantor pemerintah atau swasta adalah pendidikan dan pelatihan, kenaikan pangkat atau jenjang, dan melalui perpindahan atau mutasi.
            1. Pendidikan dan latihan pegawai
  1. Perbedaan pendidikan dan latihan yaitu :
        • Pendidikan lebih bersifat teoritis sedangkan latihan bersifat praktis (penerapan segera daripada pengetahuan dan keahlian).
        • Pendidikan waktunya lama sedangkan latihan dalam waktu singkat.
        • Materi pendidikan bersifat umum atau general sedangkan materi latihan bersifat khusus atau spesifik.
        • Biasanya pendidikan diberikan untuk para pimpinan (manager) sedangkat latihan untuk tenaga pelaksana.
  1. Tujuan dan faedah pendidikan atau pelatihan
Tujuan pendidikan atau pelatihan yaitu :
              1. Pengikut latihan dapat melakukan pekerjaan lebih efisien.
              2. Efektif dalam pengawasan.
              3. Pengikut latihan dapat berkembang dengan cepat.
              4. Terciptanya stabilitas pegawai atau mengurangi labour turn over.
Faedah atau manfaat pendidikan atau pelatihan yaitu :
                1. Menjamin tersedianya tenaga kerja yang mempunyai keahlian.
                2. Pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan mudah dan dapat menggunakan pikirannya secara kritis.
                3. Pegawai lebih cepat berkembang dan lebih efisien dalam bekerja.
                4. Menciptakan, mengembangkan, dan memperbaiki cara-cara bekerja yang lebih baik dan efisien.
                5. Membantu stabilitas pegawai.
                6. Mendorong pegawai untuk memberikan jasanya dalam waktu yang lebih lama.
                7. Efisien dalam biaya-biaya.
  1. Keuntungan pelaksanaan pendidikan dan latihan bagi :
          • Pihak organisasi
            • Menambah efisiensi pelaksanaan kerja.
            • Mengurangi pemborosan, pengawasan, dan kecelakaan kerja.
            • Meningkatkan produktivitas.
            • Menjaga stabilitas organisasi.
          • Pihak pegawai
            • Meningkatkan semangat dan motivasi kerja.
            • Menambah kecakapan, keterampilan, dan keahlian baik dari segi penguasaan teori atau praktik kerja.
            • Terciptanya kepercayaan diri pada pegawai karena menguasai bidang pekerjaannya.
            • Adanya ketenangan bekerja karena kariernya merasa diperhatikan sekaligus adanya persiapan untuk meningkatkan karier pegawai.
            • Memupuk solidaritas dan kesetiakawanan pegawai.

  1. Prinsip dan proses pendidikan dan latihan antara lain :
              • Memperhatikan perbedaan dari setiap peserta latihan.
              • Latihan harus ada hubungannya dengan job analys dari jabatan yang akan dipangku para pengikut latihan.
              • Harus ada motivasi atau daya perangsang yang dapat menimbulkan kemauan dan semangat yang tinggi bagi pengikut latihan.
              • Terciptanya partisipasi aktif dari pengikut latihan.
              • Pengikut latihan harus diseleksi.
              • Adanya seleksi terhadap instruktur atau pelatih.
              • Pelatih aatau instruktur haruslah orang yang sudah mendapatkan pendidikan khusus dalam bidang keahliannya.
              • Metode latihan harus sesuai dengan jenis latihan atau pendidikan yang diberikan.
              • Memperhatikan pada prinsip atau asas belajar.
  1. Mutasi, Promosi, dan Demosi Personal Kantor
            1. Mutasi personal kantor adalah pemindahan pegawai dari suatu jabatan ke jabatan lain.
Alasan terjadinya mutasi personal kantor adalah :
                  • Keinginan pegawai sendiri.
                  • Keinginan perusahaan atau kantor dengan alasan :
  • Untuk mengembangkan pegawai.
  • Untuk menghilangkan rasa bosan atau jemu pada diri pegawai.
  • Untuk menjamin dan menjaga kepercayaan pegawai terhadap perusahaan.
Tujuan dari pemindahan atau mutasi pegawai adalah :
    • Meningkatkan produktivitas kerja pegawai.
    • Membina karier pegawai berdasarkan prestasi kerja.
    • Menghilangkan rasa jenuh atau bosan pada diri pegawai.
    • Menambah atau melengkapi tenaga ahli pada suatu bagian.
    • Mengisi kekosongan jabatan agar stabilitas organisasi tetap terjaga dengan baik.
                  • Berdasarkan lamanya pegawai memangku jabatan yang baru.
            1. Promosi personal kantor adalah pemindahan pegawai dari suatu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi (kenaikan pangkat).
Alasan diambil tindakan promosi personal kantor adalah :
                  • Mempertinggi semangat kerja pegawai.
                  • Menjamin stabilitas kepegawaian.
                  • Dapat memajukan pegawai.
Langkah-langkah dalam promosi adalah :
    • Adanya pekerjaan atau jabatan yang kosong.
    • Menentukan calon pegawai yang memenuhi syarat
    • Melaporkan ke kepala atau pimpinan kantor pusat.
    • Disetujui atau diangkat dengan Surat Keputusan oleh pejabat yang berwenang.
            1. Demosi personal kantor adalah pemindahan pegawai dari suatu jabatan ke jabatan lain yang lebih rendah (penurunan pangkat).
Sebab terjadinya demosi personal kantor adalah :
      • Pegawai melakukan tindakan yang dapat merugikan perusahaan atau organisasi sehingga perlu diberikan hukuman.
      • Pegawai menolak atau mau kembali ke jabatan semula.
      • Keadaan perusahaan atau organisasi mengalami krisis sehingga perusahaan atau organisasi melakukan penciutan.
      • Keadaan pasar tenaga kerja dimana supply melebihi demand.
  1. Pemberhentian Personal Kantor
Pemberhentian personal kantor adalah pemutusan hubungan kerja antara seorang karyawan atau lebih dengan pihak perusahaan atau organisasi.
    1. Alasan-alasan pemberhentian personal kantor adalah :
      • Keinginan pihak perusahaan atau organisasi
          • Pegawai tidak cakap.
          • Pegawai sudah tidak produktif.
          • Pegawai sakit atau berusia lanjut.
          • Pegawai dihukum dan ditahan.
          • Pegawai terlibat dalam kejahatan.
          • Pegawai tidak menaati peraturan yang ditetapkan perusahaan atau organisasi.
          • Pegawai sering mangkir dan melalaikan kewajiban.
          • Pegawai membocorkan rahasia perusahaan.
          • Pegawai berkelakuan buruk dan tidak disiplin.
          • Pegawai menganiaya, menghina secara kasar, atau mengancam pihak perusahaan atau organisasi.
      • Keinginan pihak pegawai
          • Pihak perusahaan atau organisasi tidak membayar upah.
          • Pihak perusahaan atau organisasi sudah tidak dapat menjamin kesejahteraan pegawai.
          • Pihak pimpinan perusahaan atau organisasi suka menghina, mengancam, menganiaya, dan melakukan tindakan asusila terhadap pegawai.
          • Pimpinan perusahaan atau organisasi suka bertindak tanpa berprikemanusiaan.
          • Pimpinan perusahaan atau organisasi mengajak atau membujuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan UU yang berlaku.
          • Pegawai yang bersangkutan sakit sehingga tidak dapat bekerja.
      • Sebab lain yaitu pegawai meninggal dunia dan berakhir masa hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja.
    1. Macam-macam pemberhentian personal kantor antara lain :
      • Pemberhentian atas permintaan sendiri.
      • Pemberhentian karena mencapai usia pensiun.
      • Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi.
      • Pemberhentian karena melakukan pelanggaran atau tindak pidana.
      • Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani.
      • Pemberhentian karena meninggalkan tugas.
      • Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang.
      • Pemberhentian karena melakukan pelanggaran peraturan disiplin pegawai negeri.
    2. Pemberhentian dengan PHK (pegawai swasta) dan Pensiun (pegawai negeri) dengan ganti rugi diantaranya :
        • Uang pesangon.
        • Uang jasa.
        • Uang ganti rugi.

0 komentar:

Poskan Komentar